Minggu, 23 Agustus 2015

[063] Al Munaafiquun Ayat 005

««•»»
[063] Al Munaafiquun Ayat 005
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 4][AYAT 6]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
5of11
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=63&tAyahNo=5&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#63:5

Kamis, 02 Juli 2015

[063] Al Munaafiquun Ayat 004

««•»»
Surah Al Munaafiquun 4

وَإِذَا رَأَيْتَهُمْ تُعْجِبُكَ أَجْسَامُهُمْ وَإِنْ يَقُولُوا تَسْمَعْ لِقَوْلِهِمْ كَأَنَّهُمْ خُشُبٌ مُسَنَّدَةٌ يَحْسَبُونَ كُلَّ صَيْحَةٍ عَلَيْهِمْ هُمُ الْعَدُوُّ فَاحْذَرْهُمْ قَاتَلَهُمُ اللَّهُ أَنَّى يُؤْفَكُونَ
««•»»
wa-idzaa ra-aytahum tu'jibuka ajsaamuhum wa-in yaquuluu tasma' liqawlihim ka-annahum khusyubun musannadatun yahsabuuna kulla shayhatin 'alayhim humu al'aduwwu faihtsarhum qaatalahumu allaahu annaa yu/fakuuna
««•»»
Dan apabila kamu melihat mereka, tubuh-tubuh mereka menjadikan kamu kagum. Dan jika mereka berkata kamu mendengarkan perkataan mereka. Mereka adalah seakan-akan kayu yang tersandar {1478}. Mereka mengira bahwa tiap-tiap teriakan yang keras ditujukan kepada mereka. Mereka itulah musuh (yang sebenarnya) maka waspadalah terhadap mereka; semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka sampai dipalingkan (dari kebenaran)?
{1478} Mereka diumpamakan seperti kayu yang tersandar, Maksudnya untuk menyatakan sifat mereka yang buruk meskipun tubuh mereka bagus-bagus dan mereka pandai berbicara, akan tetapi sebenarnya otak mereka adalah kosong tak dapat memahami kebenaran.
««•»»
When you see them, their bodies impress you, and if they speak, you listen to their speech. Yet they are like dry logs set reclining [against a wall]. They suppose every cry is directed against them. They are the enemy, so beware of them. May Allah assail them, where do they stray?!
««•»»

Pada ayat ini, Allah SWT menerangkan bahwa orang-orang munafik itu kelihatannya sangat menakjubkan. Tubuh mereka tegap-tegap, simpatik, berbicara lancar mengasikkan. Apabila mereka berkata, orang senang mendengarnya. Karena tutur bahasanya yang teratur, menarik dan tidak membosankan, satu dua jam tidak terasa. Mereka tidak ubahnya dengan kayu yang tersandar, benda yang mempunyai bentuk tetapi tidak bernyawa. Ini biasa dipakai sebagai perumpamaan bagi orang yang kelihatannya bagus, tetapi amal perbuatannya jelek. Lahiriyahnya elok, hatinya busuk, tidak ubahnya dengan kayu yang di dalamnya kosong melompong, kelihatannya indah, tetapi tidak dapat digunakan, tidak dapat diharapkan dari padanya suatu hal yang baik dan bermanfaat. Setiap ada kata-kata yang sifatnya amar makruf nahi mungkar, mereka menyangka bahwa kata-kata itu ditujukan kepadanya. Mereka takut kalau-kalau kedudukan dan pangkatnya terancam, rahasianya terbongkar. Cerca dan cemoohan terhadapnya akan datang dan ia akan menjadi bulan-bulanan.

Sejalan dengan ini Allah SWT berfirman:
أَشِحَّةً عَلَيْكُمْ فَإِذَا جَاءَ الْخَوْفُ رَأَيْتَهُمْ يَنْظُرُونَ إِلَيْكَ تَدُورُ أَعْيُنُهُمْ كَالَّذِي يُغْشَى عَلَيْهِ مِنَ الْمَوْتِ فَإِذَا ذَهَبَ الْخَوْفُ سَلَقُوكُمْ
Mereka bakhil terhadapmu, apabila datang ketakutan (bahaya) kamu lihat mereka itu memandang kepadamu dengan mata yang terbalik-balik seperti orang yang pingsan karena akan mati, dan apabila ketakutan telah hilang, mereka mencaci kamu dengan lidah yang tajam.
(QS Al Ahzab [33]:19)

Mereka itu, sebenarnya adalah musuh, oleh karena itu berhati-hatilah menghadapinya, jangan terpengaruh dengan keramah-tamahan mereka, jangan termakan dengan bujukan manis mereka. Mereka kelihatan tersenyum tetapi di dalam hatinya terpendam dendam yang mendalam, iktikad jahat yang membawa maut. Mereka itu dilaknat Allah, jauh dari rahmat-Nya, karena perbuatan mereka yang sangat jahat. Penerangan dan penjelasan tentang kebenaran cukup telah diberikan kepada mereka, tetapi mereka itu membuang kebenaran itu, dan melaksanakan yang batil yang dilarang oleh Allah SWT.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan apabila kamu melihat mereka, tubuh-tubuh mereka menjadikan kamu kagum) karena keindahan dan kebagusannya. (Dan jika mereka berkata kamu mendengarkan perkataan mereka) karena kefasihan tutur katanya. (Mereka adalah seakan-akan) karena tubuhnya yang besar akan tetapi pikirannya kosong tidak dapat memahami (kayu) dapat dibaca khusyubun dan khusybun (yang tersandar) artinya bagaikan kayu yang tersandar ke tembok. (Mereka mengira bahwa tiap-tiap teriakan keras) teriakan sebagaimana seruan di dalam kemiliteran, atau bagaikan seruan orang yang mencari barang yang hilang (ditujukan kepada mereka) demikian itu karena hati mereka sudah memendam rasa kecut dan takut terhadap hal-hal yang akan menimpa mereka yang memperbolehkan darah mereka dialirkan. (Mereka itulah musuh yang sebenarnya, maka waspadalah terhadap mereka) karena sesungguhnya mereka pasti membeberkan rahasia kamu kepada orang-orang kafir (semoga Allah membinasakan mereka) menghancurkan mereka. (Bagaimanakah mereka sampai dipalingkan?) dari iman, padahal bukti-buktinya sudah cukup jelas.
««•»»
And when you see them, their figures please you, on account of their fairness; and if they speak, you listen to their speech, because of its eloquence. [Yet] they are, by virtue of the enormous size of their figures, [yet] in their lack of comprehension, like blocks of timber (read khushbun or khushubun) [that have been] propped-up, set reclining against a wall. They assume that every cry, made, like a battle-cry or one made to [retrieve] a lost camel, is [directed] against them, because of the [extent of] terror in their hearts, lest something should be revealed deeming their blood licit. They are the enemy, so beware of them, for they communicate your secrets to the disbelievers. May God assail them!, destroy them! How can they deviate?, how can they be turned away from faith after the proofs [for it] have been established?
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 3][AYAT 5]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
4of11
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=63&tAyahNo=4&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#63:4

[063] Al Munaafiquun Ayat 003

««•»»
Surah Al Munaafiquun 3

ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ آمَنُوا ثُمَّ كَفَرُوا فَطُبِعَ عَلَى قُلُوبِهِمْ فَهُمْ لَا يَفْقَهُونَ
««•»»
dzaalika bi-annahum aamanuu tsumma kafaruu fathubi'a 'alaa quluubihim fahum laa yafqahuuna
««•»»
Yang demikian itu adalah karena bahwa sesungguhnya mereka telah beriman, kemudian menjadi kafir (lagi) lalu hati mereka dikunci mati; karena itu mereka tidak dapat mengerti.
««•»»
That is because they believed and then disbelieved, so their hearts were sealed. Hence they do not understand.
««•»»

Pada ayat ini, Allah SWT, menerangkan bahwa perbuatan jahat dan hina orang-orang munafik itu adalah karena mereka itu menampakkan iman pada lahiriahnya, kemudian mereka kafir dan ingkar pada batiniyahnya. Atau mereka itu tadinya memang beriman. Lalu mereka kafir dan menyembunyikan kekafirannya itu yang menyebabkan hati mereka dipateri dan dikunci mati sehingga tidak dapat lagi memahami dan mengetahui mana yang baik, mana yang buruk dan sebagainya. Akhirnya mereka itu, tidak ada bedanya dengan orang-orang yang tuli, bisu dan buta,

sebagaimana disebutkan di dalam firman Allah SWT:
وَمَثَلُ الَّذِينَ كَفَرُوا كَمَثَلِ الَّذِي يَنْعِقُ بِمَا لَا يَسْمَعُ إِلَّا دُعَاءً وَنِدَاءً صُمٌّ بُكْمٌ عُمْيٌ فَهُمْ لَا يَعْقِلُونَ
Dan perumpamaan (orang yang menyeru) orang-orang kafir adalah seperti penggembala yang memanggil binatang yang tidak mendengar selain panggilan dan seruan saja. Mereka tuli, bisu dan buta maka (oleh sebab itu) mereka tidak mengerti.\
(QS Al Baqarah [2]:171)

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Yang demikian itu) yakni pekerjaan mereka yang buruk itu (adalah karena sesungguhnya mereka telah beriman) mulutnya (kemudian menjadi kafir) hatinya. Artinya, mereka masih tetap dalam kekafirannya, (lalu dikunci matilah) dikuncilah (hati mereka) dengan kekafiran (karena itu mereka tidak dapat mengerti) tentang iman yang sesungguhnya.
««•»»
That, namely, their evil deed, is because they believed, by [affirming faith only with] the tongue, then disbelieved, in [their] hearts, that is to say, they persist in harbouring disbelief in it; therefore their hearts have been stamped, sealed, with disbelief. Hence they do not understand, faith.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 2][AYAT 4]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
3of11
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=63&tAyahNo=3&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#63:3

[063] Al Munaafiquun Ayat 002

««•»»
Surah Al Munaafiquun 2

اتَّخَذُوا أَيْمَانَهُمْ جُنَّةً فَصَدُّوا عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ إِنَّهُمْ سَاءَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
««•»»
ittakhadzuu aymaanahum junnatan fashadduu 'an sabiili allaahi innahum saa-a maa kaanuu ya'maluuna
««•»»
Mereka itu menjadikan sumpah mereka sebagai perisai {1477}, lalu mereka menghalangi (manusia) dari jalan Allah. Sesungguhnya amat buruklah apa yang telah mereka kerjakan.
{1477} Mereka bersumpah bahwa mereka beriman adalah untuk menjaga harta mereka supaya jangan dibunuh atau ditawan atau dirampas hartanya
««•»»
They make a shield of their oaths, and bar from the way of Allah. Evil indeed is what they used to do.
««•»»

Pada ayat ini, Allah SWT menerangkan bahwa orang-orang munafik itu, dalam menguatkan pengakuannya yang palsu itu, berani bersumpah, tetapi sumpahnya itu hanya sebagai perisai untuk menyelamatkan diri dari hukuman bunuh, penawanan atau pengambilan harta benda mereka sebagai ganimah, sebagaimana hukuman yang dijatuhkan kepada orang-orang kafir. Berkata Qatadah, "Setiap akan dijatuhi hukuman terhadap orang-orang munafik atas perbuatannya, mereka mengemukakan sumpah palsu untuk menyelamatkan jiwa, darah dan harta benda mereka". Tindakan mereka tidak terbatas dengan itu saja, melainkan mereka menghalang-halangi manusia untuk memasuki dan menganut agama Islam. Ayat ini ditutup dengan satu ketegasan bahwa perbuatan orang-orang munafik itu perbuatan yang paling jahat. Mereka lebih suka memilih kekafiran daripada iman, menampakkan apa yang berbeda dalam hatinya.

Di dunia mereka akan kecewa dan di akhirat akan menyesal. Mereka akan dihina di muka khalayak ramai dengan dinyatakan kemunafikan mereka kepada orang-orang mukmin di dunia ini; dan di akhirat akan di masukkan ke dalam neraka Jahanam.

Sejalan dengan ayat ini firman Allah SWT:
وَلَا تُصَلِّ عَلَى أَحَدٍ مِنْهُمْ مَاتَ أَبَدًا وَلَا تَقُمْ عَلَى قَبْرِهِ إِنَّهُمْ كَفَرُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَاتُوا وَهُمْ فَاسِقُونَ
Dan janganlah kamu sekali-kali menyalatkan (jenazah) seorang yang mati di antara mereka, dan janganlah kamu berdiri (mendoakan) di kuburnya. Sesungguhnya mereka telah kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka mati dalam keadaan fasik.
(QS At Taubah [9]:84)

dalam ayat lain:
وَعَدَ اللَّهُ الْمُنَافِقِينَ وَالْمُنَافِقَاتِ وَالْكُفَّارَ نَارَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا هِيَ
Allah mengancam orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan neraka Jahanam. Mereka kekal di dalamnya. Cukuplah neraka itu bagi mereka.
(QS At Taubah [9]:68)

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Mereka itu menjadikan sumpah mereka sebagai perisai) maksudnya untuk melindungi harta benda mereka dan jiwa mereka (lalu mereka menghalangi) melalui sumpah itu (jalan Allah) artinya mereka menghalangi manusia untuk berjihad melawan mereka. (Sesungguhnya amat buruklah apa yang telah mereka kerjakan).
««•»»
They have taken their oaths as a shield, as a [means of] protection for their possessions and their lives, and so they have barred, thereby, from the way of God, that is, from using them for the struggle. Evil indeed is that which they are wont to do.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 1][AYAT 3]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
2of11
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=63&tAyahNo=2&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#63:2

[063] Al Munaafiquun Ayat 001


««•»»
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
««•»»
bismi allaahi alrrahmaani alrrahiimi
««•»»
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

««•»»
In the Name of Allah, the All-beneficent, the All-merciful.

««•»»

Surah Al Munaafiquun 1

إِذَا جَاءَكَ الْمُنَافِقُونَ قَالُوا نَشْهَدُ إِنَّكَ لَرَسُولُ اللَّهِ وَاللَّهُ يَعْلَمُ إِنَّكَ لَرَسُولُهُ وَاللَّهُ يَشْهَدُ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ لَكَاذِبُونَ
««•»»
idzaa jaa-aka almunaafiquuna qaaluu nasyhadu innaka larasuulu allaahi waallaahu ya'lamu innaka larasuuluhu waallaahu yasyhadu inna almunaafiqiina lakaadzibuuna
««•»»
Apabila orang-orang munafik datang kepadamu, mereka berkata: "Kami mengakui, bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul Allah". Dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul-Nya; dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya orang-orang munafik itu benar-benar orang pendusta.
««•»»
When the hypocrites come to you they say, ‘We bear witness that you are indeed the apostle of Allah.’ Allah knows that you are indeed His Apostle, and Allah bears witness that the hypocrites are indeed liars.
««•»»

Allah SWT menerangkan bahwa orang-orang munafik itu, apabila hadir pada majelis Nabi SAW, seperti Abdullah bin Ubay, berkata, "Kami mengakui dengan pengakuan yang tidak mengandung keraguan sedikit pun bahwa Muhammad itu benar-benar Rasul dari sisi Allah, telah diberikan wahyu, diturunkan kepadanya kitab Alquran sebagai rahmat kepada hamba-hamba Allah. Allah SWT sebelumnya telah menandaskan bahwa Muhammad itu adalah Rasul/utusan-Nya kepada manusia seluruhnya, memberi kabar gembira dan ancaman untuk menyelamatkan mereka dari kesesatan dan membawa mereka kepada petunjuk yang benar. Dan Allah SWT mengetahui kebohongan orang-orang munafik itu di dalam pengakuannya. Kemudian mereka itu benar-benar lain di mulut lain di hati.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Apabila orang-orang munafik datang kepadamu, mereka berkata) dengan mulut mereka mengenai hal-hal yang bertentangan dengan apa yang ada dalam hati mereka ("Kami mengakui, bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul Allah." Dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul-Nya; dan Allah menyaksikan) yakni mengetahui (bahwa sesungguhnya orang-orang munafik itu benar-benar pendusta) yakni isi hati mereka berbeda dengan apa yang mereka katakan.
««•»»
When the hypocrites come to you they say, with their tongues, in contradiction of what is in their hearts: ‘We bear witness that you are indeed the Messenger of God.’ And God knows that you are indeed His Messenger, and God bears witness, He knows, that the hypocrites truly are liars, in what they conceal, that which is contrary to what they say.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

klik ASBABUN NUZUL klik
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

Imam Ibnu Jarir mengetengahkan sebuah hadis melalui Qatadah yang menceritakan, bahwa pada suatu hari dikatakan kepada Abdullah bin Ubay, "Seandainya saja kamu datang menghadap Rasulullah saw. agar dia memintakan ampunan bagimu." Abdullah memalingkan mukanya, lalu turunlah ayat ini sehubungan dengan peristiwa ini yaitu,


firman-Nya,
"Dan apabila dikatakan kepada mereka, 'Marilah (beriman) agar Rasulullah memintakan ampunan bagi kalian...'"
(Q.S. Al-Munafiqun 5)

Imam Ibnu Munzir pun mengetengahkan hadis yang serupa melalui Ikrimah.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 2]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
1of11
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://al-quran.info/#63:1

[063] Al Munaafiquun 2of2

2of2
11 Verses • revealed at Medinan.
««•»»
»The surah that declares that God bears witness that the false profession of faith by The Hypocrites is uttered only as a screen to hide their duplicity. It takes its name from its main topic, “the hypocrites” (munāfiqūn). The surah warns the believers about the treachery of the hypocrites and describes their behaviour in some detail. A specific occasion on which the hypocrites tried to stop anyone donating money to believers is described (verse 7 ff.) and God calls on the Muslims to compensate for this by giving more of their own funds to the needy (verse 9 ff.).«
««•»»
•[AYAT 001]•[AYAT 002]•[AYAT 003]•[AYAT 004]•[AYAT 005]•[AYAT 006]•[AYAT 007]•[AYAT 008]•[AYAT 009]•[AYAT 010]•[AYAT 011]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
Sumber: Al-Quran (القرآن) — Online Quran Project — Translation and Tafsir
http://al-quran.info/#76


[063] Al Munaafiquun 1of2

1of2
11 Ayat • diturunkan di Makkiyah.
««•»»
Surah Al-Munafiqun (bahasa Arab:المنافقون) adalah surah ke-63 dalam al-Qur'an. Surah ini tergolong surah Makkiyah, terdiri atas 11 ayat. Dinamakan Al Munaafiqun yang berarti Orang-orang yang munafik karena surat ini mengungkapkan sifat-sifat orang-orang munafik.
««•»»

Pokok-Pokok Isi
  1. Keterangan tentang orang-orang munafik dan sifat-sifat mereka yang buruk diantaranya ialah pendusta, suka bersumpah palsu, sombong, kikir dan tidak menepati janji
  2. Peringatan kepada orang-orang mukmin supaya harta benda dan anak-anaknya tidak melalaikan mereka, insyaf kepada Allah, dan anjuran supaya menafkahkan sebahagian rezki yang diperoleh.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
 [KEMBALI][AYAT-AYAT]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
Referensi
https://id.wikipedia.org/wiki/Surah_Al-Munafiqun
Mukaddimah terjemahan Al Qur'an versi Departemen Agama RI