««•»»
Surah Al Munaafiquun 4
وَإِذَا رَأَيْتَهُمْ تُعْجِبُكَ أَجْسَامُهُمْ وَإِنْ يَقُولُوا تَسْمَعْ لِقَوْلِهِمْ كَأَنَّهُمْ خُشُبٌ مُسَنَّدَةٌ يَحْسَبُونَ كُلَّ صَيْحَةٍ عَلَيْهِمْ هُمُ الْعَدُوُّ فَاحْذَرْهُمْ قَاتَلَهُمُ اللَّهُ أَنَّى يُؤْفَكُونَ
««•»»
wa-idzaa ra-aytahum tu'jibuka ajsaamuhum wa-in yaquuluu tasma' liqawlihim ka-annahum khusyubun musannadatun yahsabuuna kulla shayhatin 'alayhim humu al'aduwwu faihtsarhum qaatalahumu allaahu annaa yu/fakuuna
««•»»
Dan apabila kamu melihat mereka, tubuh-tubuh mereka menjadikan kamu kagum. Dan jika mereka berkata kamu mendengarkan perkataan mereka. Mereka adalah seakan-akan kayu yang tersandar
{1478}. Mereka mengira bahwa tiap-tiap teriakan yang keras ditujukan kepada mereka. Mereka itulah musuh (yang sebenarnya) maka waspadalah terhadap mereka; semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka sampai dipalingkan (dari kebenaran)?
{1478} Mereka diumpamakan seperti kayu yang tersandar, Maksudnya untuk menyatakan sifat mereka yang buruk meskipun tubuh mereka bagus-bagus dan mereka pandai berbicara, akan tetapi sebenarnya otak mereka adalah kosong tak dapat memahami kebenaran.
««•»»
When you see them, their bodies impress you, and if they speak, you listen to their speech. Yet they are like dry logs set reclining [against a wall]. They suppose every cry is directed against them. They are the enemy, so beware of them. May Allah assail them, where do they stray?!
««•»»
Pada ayat ini, Allah SWT menerangkan bahwa orang-orang munafik itu kelihatannya sangat menakjubkan. Tubuh mereka tegap-tegap, simpatik, berbicara lancar mengasikkan. Apabila mereka berkata, orang senang mendengarnya. Karena tutur bahasanya yang teratur, menarik dan tidak membosankan, satu dua jam tidak terasa. Mereka tidak ubahnya dengan kayu yang tersandar, benda yang mempunyai bentuk tetapi tidak bernyawa. Ini biasa dipakai sebagai perumpamaan bagi orang yang kelihatannya bagus, tetapi amal perbuatannya jelek. Lahiriyahnya elok, hatinya busuk, tidak ubahnya dengan kayu yang di dalamnya kosong melompong, kelihatannya indah, tetapi tidak dapat digunakan, tidak dapat diharapkan dari padanya suatu hal yang baik dan bermanfaat. Setiap ada kata-kata yang sifatnya amar makruf nahi mungkar, mereka menyangka bahwa kata-kata itu ditujukan kepadanya. Mereka takut kalau-kalau kedudukan dan pangkatnya terancam, rahasianya terbongkar. Cerca dan cemoohan terhadapnya akan datang dan ia akan menjadi bulan-bulanan.
Sejalan dengan ini Allah SWT berfirman:
أَشِحَّةً عَلَيْكُمْ فَإِذَا جَاءَ الْخَوْفُ رَأَيْتَهُمْ يَنْظُرُونَ إِلَيْكَ تَدُورُ أَعْيُنُهُمْ كَالَّذِي يُغْشَى عَلَيْهِ مِنَ الْمَوْتِ فَإِذَا ذَهَبَ الْخَوْفُ سَلَقُوكُمْ
Mereka bakhil terhadapmu, apabila datang ketakutan (bahaya) kamu lihat mereka itu memandang kepadamu dengan mata yang terbalik-balik seperti orang yang pingsan karena akan mati, dan apabila ketakutan telah hilang, mereka mencaci kamu dengan lidah yang tajam.
(QS Al Ahzab [33]:19)
Mereka itu, sebenarnya adalah musuh, oleh karena itu berhati-hatilah menghadapinya, jangan terpengaruh dengan keramah-tamahan mereka, jangan termakan dengan bujukan manis mereka. Mereka kelihatan tersenyum tetapi di dalam hatinya terpendam dendam yang mendalam, iktikad jahat yang membawa maut. Mereka itu dilaknat Allah, jauh dari rahmat-Nya, karena perbuatan mereka yang sangat jahat. Penerangan dan penjelasan tentang kebenaran cukup telah diberikan kepada mereka, tetapi mereka itu membuang kebenaran itu, dan melaksanakan yang batil yang dilarang oleh Allah SWT.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
(Dan apabila kamu melihat mereka, tubuh-tubuh mereka menjadikan kamu kagum) karena keindahan dan kebagusannya. (Dan jika mereka berkata kamu mendengarkan perkataan mereka) karena kefasihan tutur katanya. (Mereka adalah seakan-akan) karena tubuhnya yang besar akan tetapi pikirannya kosong tidak dapat memahami (kayu) dapat dibaca khusyubun dan khusybun (yang tersandar) artinya bagaikan kayu yang tersandar ke tembok. (Mereka mengira bahwa tiap-tiap teriakan keras) teriakan sebagaimana seruan di dalam kemiliteran, atau bagaikan seruan orang yang mencari barang yang hilang (ditujukan kepada mereka) demikian itu karena hati mereka sudah memendam rasa kecut dan takut terhadap hal-hal yang akan menimpa mereka yang memperbolehkan darah mereka dialirkan. (Mereka itulah musuh yang sebenarnya, maka waspadalah terhadap mereka) karena sesungguhnya mereka pasti membeberkan rahasia kamu kepada orang-orang kafir (semoga Allah membinasakan mereka) menghancurkan mereka. (Bagaimanakah mereka sampai dipalingkan?) dari iman, padahal bukti-buktinya sudah cukup jelas.
««•»»
And when you see them, their figures please you, on account of their fairness; and if they speak, you listen to their speech, because of its eloquence. [Yet] they are, by virtue of the enormous size of their figures, [yet] in their lack of comprehension, like blocks of timber (read khushbun or khushubun) [that have been] propped-up, set reclining against a wall. They assume that every cry, made, like a battle-cry or one made to [retrieve] a lost camel, is [directed] against them, because of the [extent of] terror in their hearts, lest something should be revealed deeming their blood licit. They are the enemy, so beware of them, for they communicate your secrets to the disbelievers. May God assail them!, destroy them! How can they deviate?, how can they be turned away from faith after the proofs [for it] have been established?
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
•[AYAT 3]•[AYAT 5]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
4of11
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=63&tAyahNo=4&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#63:4